BREAKING

Eco Exhibition Bank Sampah NTBM


Alam memiliki hukum keadilan yang abstrak. Alam akan bergerak dan berubah sesuai akibat dari cara manusia memperlakukannya ~ Aisyah Odist

Bicara sampah, maka tak sedikit yang lantas mencibir. Sampah identik dengan sesuatu yang kotor, tak bernilai. Lalu, apa jadinya bila sampah naik kelas?

"Bicara sampah tidak lagi di tempat-tempat kotor. Eco Exhibition ini adalah bukti bahwa bicara sampah bisa di hotel besar dan melibatkan orang-orang penting," begitu kata Aisyah, saat membuka eco exhibiton di Idoop Hotel 7-9 April lalu.

Event yang digelar selama tiga hari tersebut berhasil menggabungkan berbagai unsur penting yang mengajak para pihak untuk bergerak sesuai dengan bidang dan perannya masing-masing. Traveling, art, culture, edukasi, semuanya membaur dan jadi bagian tak terpisahkan dalam event ini.

Selain pameran hasil kerajinan olahan sampah plastik dan pameran foto bertema keindahan alam dan lingkungan, diadakan juga coaching klinik photography bekerjasama dengan Lombok Landscaper, kemudian diikuti oleh launching dan talkshow buku dan novel Tambora.

Wali Kota Mataram yang diwakili oleh Kepala BLH Kota Mataram, H. Muhammad Saleh, pada acara pembukaan, mengapresiasi gerakan yang telah dilakukan NTBM. Sebagai bentuk keseriusannya, wacana naik level gerakan "hijau" ke tingkat regulasi akan disampaikan ke Wali Kota Mataram. "Harapan untuk menyebarluaskan gerakan ini dengan didukung oleh regulasi pemerintah akan kami sampaikan pada Bapak Wali Kota," ujar Kaban LH.

Di hari kedua, digelar Coaching Klinik Photography bersama Lombok Landscaper (LL) Community. Komunitas ini gencar mempromosikan keindahan alam Lombok, NTB, lewat hasil jepretan yang memikat. Tujuannya tentu saja sangat jelas, keindahan alam pulau Lombok dan NTB harus dijaga dari sampah dan pengerusakan atau eksploitasi sumberdaya. Indah saja tak cukup, jika tak dijaga maka keindahan tersebut hanya akan dinikmati sementara dan tidak dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Hari ketiga sekaligus penutupan, pada malam harinya digelar launching dan talkshow buku dan novel Tambora karya Derek Pugh dan Paox Iben. Buku karya Derek Pugh yang berkebangsaan Australia telah laris manis terjual sebanyak 250 eksemplar di negeri Kangguru. "Kekuatan Tambora luar biasa. Efeknya dirasakan di berbagai belahan dunia. Sayangnya tidak banyak yang mengetahui tentang hal itu. Nah, buku ini merangkum kekuatan besar Tambora tersebut," jelas Mr. Pugh.

Sementara itu, Paox Iben, lewat novel Tambora 1815 mengajak kita semua untuk membangun kembali kehidupan yang selaras seimbang dengan alam dan lingkungan melalui berbagai tradisi yang kita miliki. "Orang-orang terdahulu punya cara sendiri untuk berkomunikasi dengan alam. Hidup selaras dengan gunung, selaras dengan laut, ada keseimbangan cara kerja alam dengan kerja manusia," terangnya.


Aisyah Odist selaku direktur NTBM berharap event 3 hari tersebut dapat menjadi ajang bagi para pihak untuk bersinergi, berkontribusi untuk lingkungan lewat peran dan porsi masing-masing. "Ini hanyalah langkah awal. Kerja kita tidak berhenti sampai disini, masih banyak PR yang harus diselesaikan. Masalah sampah bukan hanya urusan sektoral atau pihak tertentu, setiap orang harus turut ambil bagian," pungkasnya.

Jika semua pihak menyadari pentingnya peran bumi sebagai rumah kehidupan dan secara sadar mau ambil bagian untuk menjaga lingkungan, maka bukan tidak mungkin harapan "Bumi Indah Tanpa Sampah" dapat terwujud.

Pembukaan eco exhibition oleh Aisyah Odist, direktur NTBM.
Suasana eco-exhibition. Pameran kerajinan berbahan plastik dan pameran foto.
Coaching klinik bersama Lombok Landscaper
Suasana coaching klinik photography

Suasana launching buku dan talkshow Tambora bersama Mr.Derek Pugh dan Paox Iben


Sumber Foto: Facebook Aisyah Odist NTBM

About ""

Beemagz adalah majalah lokal muda Lombok. Kreatif, edukatif, entertaining, local taste, dan pastinya youngster bangett!! Enjoy our online version!

Post a Comment

 
Copyright © 2013 Beemagz Youngster Magazine | Majalah Remaja
Design by FBTemplates | BTT