BREAKING

Sampah Visual Bertebaran di Kota Mataram



Sampah visual yaitu berbagai spanduk baliho serta stiker banyak terpampang di sejumlah tempat yang tidak semestinya. Rambu-rambu lalu lintas dan sejumlah pepohonan di pinggir jalan menjadi tempat favorit merk dagang untuk mempromosikan produk barang maupun jasa. Keberadaan sampah visual tersebut seringkali merusak keindahan dan tatanan kota.

Ruang publik merupakan ruang sosial yang terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat, salah satu contohnya yaitu jalan-jalan yang merupakan ruang milik publik, banyak dimanfaatkan oleh merk dagang untuk tujuan iklan. Berbagai macam iklan produk dan jasa komersial dalam bentuk baliho , spanduk, billboard dan lainnya terpampang di jalan umum yang biasa dilalui oleh masyarakat. Memiliki izin resmi atau tidak keberadaan iklan luar ruang di ruang publik tersebut menjadi sampah visual yang cukup mengganggu tatanan kota serta merusak pandangan dan keindahan.

Seperti yang terlihat di beberapa jalan di Kota Mataram, iklan jasa tertempel di tiang tiang rambu-rambu lalu lintas. Hal ini tentu merusak pemandangan dan keindahan. Rambu-rambu lalu lintas yang seharusnya bersih dari reklame malah nampak kotor dengan adanya iklan tersebut.

Selain itu iklan produk barang dan jasa juga terpaku di pohon pohon yang berjejer di pinggir jalan. Padahal dalam peraturan daerah Kota Mataram nomor tujuh tahun 2010 tentang pajak reklame dimana didalam Perda tersebut, pemasangan reklame tidak ditempatkan antara lain pada tempat ibadah, lokasi pendidikan, dan pepohonan.

Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram, Makbul Maksum, pun menyatakan pihaknya setiap hari mengadakan penertiban dengan berkeliling di sejumlah titik di Kota Mataram guna menertibkan reklame yang menyalahi aturan. Namun dirinya mengakui belum secara tuntas membersihkan ruang publik dari sampah visual pasalnya masih saja ada oknum yang nakal menempel kembali reklame meskipun sudah ditertibkan.

Nampaknya peran pemerintah tak cukup untuk membebaskan ruang publik dari sampah visual. Masyarakat juga harus memiliki kesadaran akan fungsi ruang publik sebenarnya serta memperhatikan keindahan dan kebersihan tatanan kota agar terbebas dari sampah visual yang kian hari mengotori ruang publik. (Eka/Gambar: intisari online)

About ""

Beemagz adalah majalah lokal muda Lombok. Kreatif, edukatif, entertaining, local taste, dan pastinya youngster bangett!! Enjoy our online version!

Post a Comment

 
Copyright © 2013 Beemagz Youngster Magazine | Majalah Remaja
Design by FBTemplates | BTT