BREAKING

WIKILEAKS : THE WHISTLE BLOWER


WikiLeaks. Situs pembocor rahasia ini belakangan menjadi marak diperbincangkan di ranah internasional. Banyak pihak khawatir, kalau-kalau WikiLeaks memang benar mampu mengakses berbagai “top secret” yang selama ini hanya menjadi konsumsi kalangan tertentu. Mereka yang terkait dengan berbagai issue rahasia merasa terancam. Sebaliknya warga dunia justru merasa diuntungkan, karena akan banyak hal yang selama ini tabu menjadi jelas dan bisa diakses dengan mudah. Ada apa sebenarnya dibalik WikiLeaks?

Dibalik WikiLeaks
WikiLeaks adalah organisasi nirlaba internasional yang bermarkas di Swedia. Organisasi ini didirikan oleh “mereka” yang berprofesi sebagai politikus, jurnalis, matematikawan dan teknolog. WikiLeaks juga seringkali disebut sebagai organisasi hacktivist (hacker sekaligus aktivis). Sosok yang paling terkenal karena selalu muncul di lini terdepan WikiLeaks adalah Julian Assange. Pria blonde ini adalah warga Australia yang menetap di Afrika Timur. Dilansir dalam berbagai media  massa, Asangge menjadi pengelola sebuah perusahaan tour theater.  Ia juga mengaku pernah bersekolah di 37 sekolah dan 6 universitas di Australia. Diluncurkan pertama kali pada Desember 2006, WikiLeaks berkeinginan untuk meningkatkan transparansi pemberitaan berbagai kasus besar dengan membagi dokumen rahasia pada khalayak. Tanpa menyertakan sumber dimana informasi diperoleh alias anonim, pemberitaan wikileaks selalu menjadi top news yang banyak diperbincangkan. 

Heboh ala WikiLeaks
Bocoran terbesar yang membuat nama WikiLeaks naik ke permukaan adalah dokumen perang Amerika Serikat di Afghanistan. Bukan hanya sensitif, dokumen yang beredar pada Juli 2010 itu juga dipublikasikan dalam jumlah besar. Sebanyak 92.000 laporan sejak Januari 2004 sampai Desember 2009 bisa diakses. Yang terbaru, WikiLeaks membocorkan beberapa rahasia penting terkait krisis politik Mesir dan Libya. Walaupun dokumen bocoran WikiLeaks kebanyakan terkait dengan Amerika Serikat, namun dokumen rahasia negara-negara lain juga bisa ditemukan di sini, termasuk Negara kita, Indonesia. Yang teranyar adalah bocoran WikiLeaks tentang penyalahgunaan kekuasaan SBY yang dimuat harian Australia sebagai headline dengan judul “SBY Abused Power”. Nah, berikut ini adalah beberapa top secret bocoran Wikileaks yang bikin heboh dunia.

1.        Serangan Helikopter Apache di Irak
Rekaman video memperlihatkan perilaku sadis tentara Amerika Serikat dari atas helicopter Apache. Para tentara menembak mati 15 orang warga sipil, termasuk dua wartawan Reuters.
2.        Email Unit Penelitian Iklim
WikiLeaks menampilkan lebih dari 1000 email yang dikirim dalam kurun 10 tahun oleh para staf di University of East Anglia’s Climate Research (RCU). Email ini berisi rekayasa sejumlah ilmuwan untuk memperkuat argumen bahwa pemanasan global nyata terjadi akibat ulah manusia. Bocoran ini memaksa pimpinan RCU, Profesor Phil Jones, mundur dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban.
3.        Data Pager Serangan 11 September
Pada November 2009, WikiLeaks membocorkan lebih dari 500 ribu pesan pager yang terkirim di wilayah Amerika Serikat pada hari serangan 11 September di Pentagon. Mulai dari pesan yang dikirim pejabat pemerintah, hingga orang biasa. WikiLeaks mengatakan, lewat pesan itu, masyarakat bisa mendapatkan gambaran lengkap tentang kejadian hari itu.
4.        Standar Operasi Penjara Guantanamo
Dari bocoran data WikiLeaks, terlihat bahwa prosedur standar Guantanamo menunjukkan adanya kekerasan dan diskriminasi di luar batas kemanusiaan
5.        Kitab Suci Gereja Scientology
WikiLleaks menerbitkan kompilasi kitab suci gereja scientology pada tahun 2008. Termasuk di dalamnya adalah sejumlah ajaran dan kegiatan gereja kontroversial tersebut. Pihak gereja meminta WikiLeaks untuk menarik publikasi tersebut, namun ditolak.
Selain lima publikasi di atas, masih banyak bocoran lainnya yang menimbulkan kontroversi. Terkait Indonesia, ada sekitar 3000 dokumen yang berkaitan dengan kedubes AS di Jakarta yang terpublikasi, dari era Soeharto sampai SBY. Selain itu, WikiLeaks juga melansir analisis intelijen US Marines di Indonesia, analisis lumpur Lapindo Sidoarjo, dan berbagai gerakan separatis dan terorisme di Indonesia.

Bagaimana WikiLeaks Bekerja?
We are Everywhere. We are Everyone. We are Anonymous,” inilah semboyan WikiLeaks. Sesuai dengan ini, hacktivist WikiLeaks adalah siapa saja yang rela bergabung dan mereka bisa bekerja dari mana saja. Para relawan pendukung WikiLeaks pun banyak yang tidak saling kenal. Mereka berkomunikasi dengan identitas rahasia berupa inisial dan kode. Komunikasi pun dilakukan dengan bahasa sandi yang harus diterjemahkan kembali (enkripsi). Yup, exactly they are anonymous!

Dokumen WikiLeaks disimpan seaman mungkin. Bila data telah diupload ke internet, maka praktis data itu tidak bisa dihapus. Setelah server di Amerika Serikat menolak mereka, WikiLeaks menggunakan jasa penyedia layanan internet (ISP) Bahnhof di Swedia yang servernya disimpan dalam bungker anti nuklir. Server utama di Swedia ini dihubungkan dengan server di Belgia dan di beberapa negara lain yang memperbolehkan penggunaan jasa internet tanpa identitas alias anonim. 

Data bocoran WikiLieaks kemudian diupload ke lebih dari 20 server dengan ratusan nama domain yang berbeda-beda di negara yang juga berbeda-beda. Sistem kerjanya seperti mirror (cermin), WikiLeaks memiliki banyak situs bayangan. Jadi, bila ada data yang dibuang maka masih ada sekian banyak data lainnya sebagai cadangan. Jadi sangat sulit untuk menghilangkan seluruh data tersebut dari internet.

Akurasi Data WikiLeaks
Setiap harinya WikiLeaks bisa menerima puluhan dokumen rahasia yang dikirim para simpatisan dari berbagai belahan dunia. Tidak semua data langsung dipakai dan dipercaya. Untuk menjaga akurasi data, WikiLeaks menerapkan standar jurnalistik.  Mereka juga melakukan verifikasi dengan wawancara langsung dengan narasumber dan pihak-pihak terkait. Namun tak jarang juga WikiLeaks berspekulasi sendiri tanpa melibatkan para expert, terutama kasus-kasus yang menyangkut bidang militer atau politik. Hal ini dilakukan atas alasan keamanan. 

Situs Kembaran WikiLeaks
Popularitas WikiLeaks menginspirasi banyak orang untuk membuat situs sejenis. Sama seperti WikiLeaks, situs-situs lain yang kebanyakan berakhiran –Leaks ini menyediakan informasi rahasia yang cakupannya lebih sempit dan ditujukan untuk kepentingan tertentu. Berikut adalah beberapa situs yang dimaksud.
1.        OpenLeaks
Situs ini tidak mempublikasikan dokumen rahasia, namun memfasilitasi dokumen yang diberikan oleh para relawan untuk diberikan pada lembaga yang dituju.
2.        BrusselsLeaks
Situs ini mendorong para pembaca untuk memberikan informasi penting demi terciptanya transparansi di kawasan Uni Eropa
3.        BalkanLeaks
Dengan mengusung motto “ The Balkans are not keeping secrets anymore,” situs ini mendorong para informan untuk melawan gerakan kriminal terorganisasi dan korupsi politik di negara-negara Balkan (Eropa bagian tenggara).
4.        Rospil
Situs yang terinspirasi WikiLeaks ini memilih untuk tidak menggunakan akhiran –Leaks. Didirikan oleh seorang blogger dan jurnalis Rusia, situs ini bertujuan untuk mempublikasikan berbagai dokumen dan informasi seputar praktek korupsi di Rusia.
5.        IndoLeaks
Indoleaks adalah WikiLeaks ala Indonesia. Situs ini baru didirikan pada 7 Desember 2010.

Akhirnya semua kembali pada pilihan orang per orang. WikiLeaks menjadi alternatif penyedia informasi dengan transparansi tingkat tinggi. Walaupun tidak sedikit yang meragukan kebenarannya, at least, dokumen WikiLeaks bisa menjadi guideline untuk menelusuri mata rantai berbagai kasus penting yang sengaja disamarkan. Get the truth inside! (foto:eksklusif)






About ""

Beemagz adalah majalah lokal muda Lombok. Kreatif, edukatif, entertaining, local taste, dan pastinya youngster bangett!! Enjoy our online version!

Post a Comment

 
Copyright © 2013 Beemagz Youngster Magazine | Majalah Remaja
Design by FBTemplates | BTT