BREAKING

Teliti Dulu Sebelum Makan


Makan sehat bukan cuma urusan memilih jenis makanan atau mengatur porsi makan saja, tapi ada yang nggak kalah penting, yaitu teliti masalah kandungan makanan. Buat kamu yang ngerasa doyan jajan ato ngemilin snack ringan, perlu banget nih tahu kandungan apa aja yang ada dalam jajanan kamu. Ngerasa udah cukup kenal dengan berbagai jenis kandungan dan zat tambahan dalam makanan? Upss, jangan kecele’lho, zat-zat tadi nggak cuma muncul dalam satu bentuk dan satu nama saja, mereka bisa menyamar dengan nama yang berbeda – beda pada informasi nilai gizi yang tercantum di kemasan. Hayoo, teliti dulu biar makan jadi aman!

1.    Gula
Konsumsi gula dalam jumlah banyak akan menimbulkan efek kenyang dengan cepat, tapi rasa lapar juga akan muncul dengan cepat, akibatnya kita akan makan lagi dan lagi. Konsumsi gula yang terlalu tinggi bisa memicu obesitas, tekanan darah tinggi, serta resiko penyakit jantung dan stroke.
Suggested
Menurut American Heart Association (AHA) jumlah asupan gula yang aman dikonsumsi bagi kesehatan adalah
- wanita : tak lebih dari 100 kalori sehari atau sekitar 6 sendok teh
-        pria : tak lebih dari 150 kalori atau 9 sendok teh
Nama lain gula dalam makana:
Brown sugar, Honey, Sukrosa, Glukosa, Dekstrosa, Corn syrup, Fruktosa, Malt

2.    Lemak
Lemak memiliki kandungan energi yang lebih besar dibandingkan karbohidrat. Satu gram lemak setara dengan 9 kalori, dua kali lipat lebih besar dari kalori pada satu gram karbohidrat, yang senilai dengan 4 kalori. Energi yang nggak habis dipakai dan tersimpan dalam tubuh inilah yang lama-kelamaan akan meyebabkan kenaikan berat badan. Jenis lemak juga kudu diperhatikan. Lemak tak jenuh (unsaturated) gampang diuraikan menjadi energi, sedangkan lemak jenuh (saturated) cenderung disimpan dan menjadi lemak tubuh. Kamu juga kudu hati-hati, karena kadar lemak tubuh yang berlebih bisa memicu kadar kolesterol dalam darah, ujung-ujungnya resiko terkena penyakit jantung pun meningkat.
Suggested
Jumlah konsumsi lemak yang dianjurkan WHO adalah  sebanyak 20% - 30% dari kebutuhan energi total. Tapi jangan sampai karena alasan takut gendut, kamu jadi anti lemak. Pasalnya, rendahnya konsumsi lemak juga bisa menurunkan energi tubuh dan menimbulkan kekurangan vitamin yang larut lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K. Wah, nggak mau dong ya!
Nama lain lemak dalam makanan:
trans fat, saturated fat, butter, vegetable oil, soybean oil, palm oil, full cream, egg, butter

3.    Penyedap
Citarasa makanan memang bisa bikin kita jadi ketagihan, makanya bukan rahasia lagi kalau hampir semua jenis makanan menggunakan bumbu ajaib yang bisa meningkatkan kualitas rasa. Monosodium Glutamat alias MSG pasti udah popular banget di kuping kamu. Glutamat sendiri secara alami sudah ada dalam bahan pangan seperti daging, susu, jamur, keju, tomat, dan lainnya, tapi untuk digunakan dalam masakan biasanya harus digabung dengan potassium atau sodium agar lebih mudah larut. MSG sebenarnya memiliki sedikit sekali kandungan rasa, tapi bisa menonjolkan cita rasa bahan-bahan lainnya. Akumulasi zat-zat kimia dalam tubuh  untuk jangka waktu yang lama, dikhawatirkan bersifat karsinogenik sehingga memicu timbulnya kanker.
Nama lain penyedap dalam makanan:
Asam glutamat, Guanosin monofosfat, Hidrolisat protein, Etil maltol

4.    Pengawet
Penggunaan pengawet memang sulit banget untuk dihindari, tentunya karena fungsi utamanya yang mampu mengawetkan berbagai jenis produk sehingga bisa disimpan dan dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Pengawet harus digunakan dengan bijak, karena zat-zat ini bersifat karsinogenik bagi tubuh. Untuk amannya nih Beebers, lebih baik mengkonsumsi makanan atau produk segar. Kalau nggak penting-penting banget, hindari membeli produk makanan yang dikalengkan.
Suggested
Selama bahan pengawet yang digunakan tergolong aman, dan penggunaanya sesuai ketentuan, it’s oke kok untuk mengkonsumsi makanan tadi. Yang perlu kamu kontrol adalah penggunaan pengawet yang berlebihan, nggak cuma dalam makanan kemasan, tapi juga bahan makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Mau tahu bagaimana ngeceknya? Coba aja cek makanan yang udah lama banget kamu simpan, kalau ternyata masih segar, bisa jadi pengawet yang digunakan memang berlebihan.
Nama lain pengawet dalam makanan:
Asam benzoate, Asam Propionat, Asam Sorbat, Belerang dioksida, Etil p-Hhdroksi benzoate, Kalium benzoate, Kalium bisulfit, Kalium nitrat, Kalium nitrit, Kalium propionate, Kalium sorbet, Kalium sulfit, Kalsium benzoit, Kalsium propionate, Kalsium sorbet, Natrium benzoate, Metil-p-hidroksi benzoit, Natrium bisulfit, Natrium metabisulfit, Natrium nitrat, Natrium Nitrit, Natrium propionate, Natrium sulfit, Nisin, Propil-p-hidroksi-benzoit, Chitosan

5.    Garam
Garam dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit. Jika berlebihan, bisa menimbulkan efek yang nggak menguntungkan, seperti penumpukan cairan tubuh, mengganggu penyerapan kalsium, meningkatkan resiko tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.
Suggested
Menurut Food Standard Agency Inggris, produk dikatakan tinggi garam, jika mengandung lebih dari 1.5 gr garam per 100 gr (atau 0.6 gr sodium). Dikategorikan rendah, jika mengandung 0.3 gr garam atau kurang per 100 gr (atau 0.1 gr sodium)
Nama lain garam dalam makanan:
Sodium klorida, Natrium klorida, Garam beryodium, Kalium atau potassium.(foto:eksklusif)


About ""

Beemagz adalah majalah lokal muda Lombok. Kreatif, edukatif, entertaining, local taste, dan pastinya youngster bangett!! Enjoy our online version!

Post a Comment

 
Copyright © 2013 Beemagz Youngster Magazine | Majalah Remaja
Design by FBTemplates | BTT