BREAKING

STOP BULLYING


Kita seringkali menganggap ejekan atau hinaan terhadap teman sendiri itu hanya lelucon yang nggak menyakitkan. Ya kan? Padahal kalau teman kita merasa tersingung, perbuatan itu sudah termasuk bullying lho. Apalagi tindakan bullying yang sampai melibatkan kekerasan fisik. Peristiwa seperti ini sudah sering terjadi di sekeliling kita, bahkan bisa berujung pada keputusan tragis seperti bunuh diri. Be aware with your attitude, don’t be part of bullying!

Apa sih bully itu?
Bullying adalah perilaku agresif berulang-ulang dalam rangka sengaja menyakiti orang lain secara fisik ataupun mental. Bullying ditandai oleh individu berperilaku dalam cara tertentu untuk mendapatkan kekuasaan atas orang lain. Perilaku bullying ini dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori :
1. Kontak fisik langsung. Contohnya saja memukul, mendorong, menggigit, menjambak, mencakar, mengunci seseorang dari luar ruangan, dsb.
2.  Kontak verbal langsung. Contohnya mengancam, mempermalukan, merendahkan, mencela, memaki, dsb.
3. Perilaku non-verbal langsung, seperti memandang dengan tatapan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi wajah yg merendahkan orang lain, dsb.
4. Perilaku non-verbal tidak langsung, misalnya mengucilkan seseorang, mengirimkan surat kaleng, mendiamkan seseorang, dsb
5. Pelecehan seksual (kadang dikategorikan perilaku agresi fisik atau verbal)

ALASAN BULLYING
Fenomena bullying seakan nggak pernah berakhir. Selalu ada kasus baru yang terungkap, and we guess fenomena bullying ini seperti gunung es. Jumlah yang tak terungkap jauh lebih banyak dibanding kasus yang berhasil diungkap.. Kenapa yah bisa begitu? Secara umum , ini dia nih beberapa alasan penyebab terjadinya bullying :

1.   Tradisi. Nah lho, kok tradisi sih?? Hmmm, ini biasa terjadi di lingkungan sekolah. Di sekolah tertentu murid-murid memiliki kebiasaan nge-bully temannya yang tampak “aneh” di mata mereka, seperti misalnya nge-bully anak-anak yang over weight, cupu, atau . Kebiasaan ini berlanjut dari generasi ke generasi karena dengan nge-bully itu mereka jadi merasa lebih keren .
2.   Balas dendam karena dulu pernah diperlakukan sama. Duh, seram juga ya. Jadi, anak-anak yang mungkin dulunya pernah dibully di SMP karena memiliki penampilan “nggak keren” mencoba merubah penampilannya sebagus mungkin sehingga pas masuk SMA, dia membalaskan sakit hati karena selalu dibully dengan cara nge-bully anak-anak yang penampilannya nggak se-oke dia di SMA.
3.   Ingin menunjukkan kekuasaan. Yupp, as you read above Beebers, mereka yang ingin keliatan keren dan berkuasa seringkali memakai cara bully untuk menunjukkan kalau mereka “lebih segala-galanya”. What a wrong way huh?
4.   Marah karena korban berperilaku tidak sesuai yang duharapkan. Hmmm, mungkin ini lebih kepada “memaki” korban ya guys.. Misalkan saja pembokat di rumah nggak bisa kerja dengan bener, si majikan yang judes langsung mencaci maki atau bahkan langsung memecat. Contoh lain lagi; bisa saja seseorang yang nge-fans dengan seorang artis tapi tingkah laku si artis ternyata mengecewakannya, cacian dan sindiran-sindiran langsung melayang deh via twitter, facebook, atau blognya.
5.   Iri hati. persaingan emang ada di mana-mana, Tapi kalo persaingannya nggak sehat dan nimbulin iri hati juga dengki, ya bisa berakhir dengan aksi bully membully deh!

DAMPAK BULLYING
     Dampak bullying yang biasa dialami para korban ini bisa terbilang cukup parah. Bullying bisa berdampak keras pada kesehatan fisik dan psikis, Dampak fisik yang biasa ditimbulkan adalah efek dari depresi mendalam seperti sakit kepala, flu, sakit tenggorokan, sakit dada, maag, bahkan di beberapa kasus kekerasan fisik yang kelewat batas hal ini mengakibatkan kematian.
     Sementara dampak psikisnya, si korban dapat mengalami pnyesuaian social yang buruk. Dalam beberapa penelitian, tindakan bullying menyebabkan timbulnya emosi-emosi negatif seperti tekanan batin, hilangnya kepercayaan diri, takut, merasa terancam, sedih, cemas, dan bila ini berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, si korban bisa sampai ingin bunuh diri, Tuh kan, ngeri banget yah Beebers.

CARA MENGHADAPI BULLYING
Bagi kamu yang merasa pernah atau mungkin suatu hari nanti ngalamin peristiwa bullying,  Beemagz menyarankan beberapa hal berikut :
·         Tetap tenang dalam menghadapi situasi. Jangan terlihat panik atau ketakutan, reaksi seperti itu akan membuat si tukang bully akan merasa menang dan tambah senang melakukan aksinya.
·         Gain the power! Bikin kelompok anti bully dengan teman sebaya kamu. Ingat, kelompok ini nggak dibuat dalam rangka membully balik mereka, tapi menjaga sesama dari perbuatan bullying atau melaporkan kasus bullying yang terjadi di sekitar kamu.
·         Laporkan pada orang tua/guru. Jangan segan-segan untuk melaporkan tindakan bully yang kamu lihat atau alami pada orang tua, guru, atau orang yang lebih tua.

About ""

Beemagz adalah majalah lokal muda Lombok. Kreatif, edukatif, entertaining, local taste, dan pastinya youngster bangett!! Enjoy our online version!

Post a Comment

 
Copyright © 2013 Beemagz Youngster Magazine | Majalah Remaja
Design by FBTemplates | BTT