BREAKING

Kadri : Jawara Triathlon Yang Mendunia


Cabang olahraga triathlon memang masih terdengar asing di telinga kita. Berbeda dari basket, bulutangkis, atau sepakbola yang sudah populer, triathlon masih harus berjuang untuk bisa dikenal secara luas. Eits, tapi siapa sangka kalau Lombok punya atlet triathlon yang prestasinya go Internasional. Nah, biar nggak penasaran, Beemagz ngobrol langsung dengan Muhammad Kadri.  Atlet triathlon yang prestasinya sudah mendunia!

Sekilas Tentang Triathlon
Triathlon diciptakan oleh Scott Tinley dan dilombakan untuk pertama kalinya padaa 1974 di Fiesta, California, AS. Olahraga ini tergolong ke dalam cabang olahraga berat, pemenangnya pun sering dijuluki manusia terkuat atau manusia super. Gimana nggak? Aktivitas  renang, balap sepeda, dan lari digabung dalam satu rangkaian. Ketiganya dilakukan secara kontinyu dalam satu waktu. Yang dinilai dalam triathlon adalah kecepatan waktu. Peserta yang bisa menyelesaikan ketiga tahapan olahraga tadi dengan waktu tersingkat akan jadi juara. Hemm, konsekwensinya, para peserta lomba harus bisa membagi tenaga secara maksimal dalam setiap tahapan. 

Sejak Kapan Menekuni Triathlon?
Muhammad Kadri atau yang akrab dipanggil Kadri ini mengaku mulai menggeluti olahraga sejak kelas dua SMP. Anehnya, Kadri nggak langsung memilih cabang triathlon untuk ditekuni, tapi pencak silat. Cowok 21 tahun ini juga sempat mengukir berbagai prestasi di cabang silat, terakhir Kadri meraih juara 3 pencak silat di Kupang tahun 2006. Merasa udah nggak cocok dengan pencak silat, Kadri yang dapat support dari sang kakak, akhirnya memutuskan untuk menekuni triathlon. Alasannya, selain peminat triathlon di Indonesia terbilang masih minim, peluang untuk maju ke ranah internasional pun cukup besar. Kadri yang ditanya soal triathlon, mengaku menemukan sesuatu yang berbeda dalam olahraga ini, “butuh fisik kuat dan fokus” ungkapnya. Kebayang dong, bagaimana Kadri harus menyelesaikan serangkaian kegiatan olahraga fisik yang berat. 1,5 km renang, 40 km untuk sepeda, dan berlari sejauh 10 km. Wahhhh, bayanginnya aja udah susah ya, hehe. “ngalir aja, yang penting enjoy,” itu kuncinya, kata Kadri. Boleh ditiru juga nih prinsipnya!

Kadri dan Triathlon
Kadri dan triathlon ibarat duo yang kompak banget. Cowok yang kuliah di FPOK (Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesenian), semester 5, di IKIP Mataram ini merasa menemukan dunianya dalam triathlon. Triathlon juga yang membawa Kadri mengunjungi berbagai daerah di Indonesia bahkan sampai ke luar negeri. Kalau ditotal, nggak kurang dari 20 pertandingan pernah diikuti Kadri. Di level nasional, nggak usah diragukan lagi, Kadri selalu menyabet juara 1 dalam setiap pertandingan. Kadri mengaku, banyak atlet triathlon lainnya dari berbagai daerah yang kagum dengan NTB. “Wakil NTB cuma satu, tapi nomor satu terus,” begitu ungkapan yang sering dilontarkan para kompetitornya saat bertanding di luar daerah. Untuk event-event internasional,  Kadri juga mampu bersaing dengan atlet dunia lainnya. Finish di 10 besar, 7 besar, runner up, sampai posisi satu pun pernah dirasakannya. Pencapaian ini juga nggak luput dari peran orang-orang yang mendukung Kadri. Baginya, keluarga adalah motivator terbesar. Dukungan dari teman dan civitas kampus tercinta di IKIP Mataram juga luar biasa. Menurut Kadri,  keberhasilan seseorang, bagaimanapun itu, nggak pernah lepas dari dukungan orang-orang di sekitar. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh selaku Ketua Umum Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) juga memberikan apresiasi dan dukungan kepada Kadri yang tercatat sebagai atlet balap sepeda NTB.
 Prestasi Kadri nggak diperoleh begitu aja, butuh proses dan latihan rutin untuk bisa seperti sekarang. Setiap harinya Kadri berlatih 4-5 jam. Total waktu tadi dibagi untuk latihan sepeda, renang, dan lari. Bosan nggak ya kalau setiap hari sibuk latihan terus? “Latihan udah kayak hobi,” jawab Kadri. Bosan sih wajar, tapi karena udah biasa, ya dibawa asyik aja, tambahnya. Di luar jadwal latihan, Kadri disibukkan dengan urusan perkuliahan. Kapan dong waktu main-mainnya? “butuh refreshing juga lah,” kalau pas lagi kosong, ya disempatin aja buat jeje bareng kakak atau teman-teman, jawabnya. Waktu ketemu Kadri, Beemagz sempat heran loh! Kadri yang saat itu menggunakan kostum balap lengkap dengan sepedanya ternyata baru saja pulang latihan dari Lombok Timur. Heran campur kagum muncul begitu Beemagz tahu, kalau Kadri hanya butuh waktu kurang dari 2 jam untuk rute perjalanan bolak-balik Mataram-Lotim. Waaaaa, he’s so wow!!

Yang Nggak Terlupakan
Setiap kompetsi yang diikuti punya kenangan tersendiri. Banyakan senangnya sih, “bisa jeje sambil nambah teman,” ungkap Kadri, saat ditanya seputar susah senengnya jadi atlet triathlon. Yang nyerempet maut ternyata ada juga loh! Kadri menceritakan “over training” yang pernah dialaminya akibat berlatih terlalu keras di bulan puasa. Kejadiannya di Bali, tahun 2008. Saya bareng teman-teman lainnya berlatih keras untuk event China Triathlon. Saya waktu itu kurang peka dengan kondisi tubuh saat berpuasa, alhasil saya jatuh pingsan. “Sakit banget, sendi dan urat tubuh rasanya putus semua,”kenangnya. Syukurnya sampai sekarang, kejadian kayak gitu nggak terulang lagi, cerita Kadri. 

What’s in His Mind?
Melihat minimnya perhatian dan ketertarikan terhadap triathlon di NTB, Kadri justru termotivasi untuk terus berkarya dan mengenalkan triathlon lewat prestasi yang diraihnya. Membawa nama NTB dalam berbagai event yang pernah diikutinya, memberi kebanggaan tersendiri bagi Kadri. Semua orang punya cara masing-masing untuk berkarya, nggak harus selalu jadi popular, “lewat triathlon, saya ingin NTB semakin dikenal,” begitu pengakuan Kadri.
Cowok kalem yang juga dekat dengan Mark Sungkar, Presiden Federasi Triathlon Indonesia (FTI), mengaku beberapa kali ditawari untuk tinggal di Jakarta. Alasannya agar Kadri bisa tetap fokus dan perkembangannya terpantau dengan baik. Nggak cuma itu, Kadri juga pernah ditawari untuk menjadi atlet Jawa Timur, lengkap dengan kursi Pegawai Negeri Sipil (PNS), asal bersedia pindah domisili. Tapi semua tawaran ditolaknya. Ditanya kenapa? Dengan entengnya Kadri menjawab, “nggak ah, lebih baik memajukan daerah sendiri”. Memang sih, kadang rasanya aneh, di daerah sendiri jarang yang kenal, tapi di luar , “saya dijamu kayak tamu,” akunya. 

What’s Next?               
Beberapa event bergengsi akan diikuti Kadri 2011 ini. Kalau nggak  ada halangan, Kadri akan bertolak ke Darwin, Australia pada bulan Mei, untuk mengikuti “Arafura Games”. Wahh, bakal jeje lagi neh, hehe! Selain dua kompetisi diatas, Kadri juga ingin menjajal kemampuannya pada event “Individual Time Trial”. Kadri juga direncanakan akan mengikuti ajang latihan di London Inggris pada bulan Juni. Duilee, padat kan jadwal tandingnya! Tapi ternyata Kadri nggak pengen stag sampai di level itu aja. Goal terbesar yang pengin dicapainya adalah bermain di Olimpiade, pesta olahraga terbesar di dunia. Untuk yang satu ini, no comment aja dah! We support you full bro!

Harapan
Ditanya soal harapan kedepannya, Kadri hanya menjawab simpel. Berkarya selagi bisa, mengembangkan skill, dan ikut berbagai event kejuaraan, intinya “I’ll do my best,”jawabnya. Selain itu, Kadri juga menitipkan pesan dan harapan untuk NTB tercinta. Semoga aja NTB terus berbenah ke arah yang lebih baik. Perhatian untuk para atlet agar lebih ditingkatkan, nggak cuma untuk bidang olahraga yang sudah memiliki tempat bernaung tetap. Tapi juga cabang olahraga lainnya yang butuh pengembangan. Komunikasi juga harus tetap dijalin, skill atlet harus tetap dipantau. “Saya tetap bangga jadi bagian dari NTB,” tambah Kadri di akhir percakapan. Yup, dua jempol dah buat Kadri. Terus berkarya!

Prestasi
·         Juara Nasional Lombok Triathlon Internasional 2007 dan peringkat 5 untuk level internasional
·         Juara Nasional Bali Triathlon Internasional 2007 dan peringkat 2 untuk level internasional
·         1st Winner Jatim Triathlon 2007
·         Runner up Palembang Triathlon Internasional 2007
·         Juara Nasional Lombok Triathlon Internasional 2008 dan peringkat 3 untuk level internasioanlat
·         Juara Nasional Bali Triathlon Internasional 2008 dan peringkat 2 untuk level internasional
·         1st Winner Jatim Triathlon 2008
·         Juara 1 Balap sepeda cross country Bali 2008
·         5 besar kejuaraan balap sepeda Pangdam Surabaya 2008
·         6 besar PON Kalimantan Timur 2008
·         Tujuh Besar Hong Kong Triathlon 2008
·         1st Winner ASEAN Cup di Palembang 2009
·         Juara Nasional Lombok Triathlon Internasional 2009 dan peringkat 2 untuk level internasioanl
·         Juara Nasional Bali Triathlon Internasional 2009 dan peringkat 2 untuk level internasional
·         1st Winner Jatim Triathlon 2009
·         Top Ten Athlete of Asian Cup Triathlon 2009 di Cina
·         Juara Nasional Bali Triathlon Internasional 2010 dan peringkat 2 untuk level internasional
                                 
                                 

About ""

Beemagz adalah majalah lokal muda Lombok. Kreatif, edukatif, entertaining, local taste, dan pastinya youngster bangett!! Enjoy our online version!

Post a Comment

 
Copyright © 2013 Beemagz Youngster Magazine | Majalah Remaja
Design by FBTemplates | BTT