BREAKING

BETWEEN YES and NO


Dalam hidup, selalu ada hal-hal yang harus dipilih. Dari hal-hal kecil semisal memilih warna baju atau model sepatu yang cocok, sampai hal-hal yang butuh pertimbangan lebih serius, seperti memilih jurusan atau tempat kuliah. Nggak jarang juga kita kejebak antara pilihan YA atau TIDAK. Upss, ini dia masalahnya. Kita seringkali takut berkata “TIDAK” untuk hal-hal yang sebenarnya nggak sesuai dengan kata hati, atau justru sebaliknya, sulit untuk berkata “YA”.

BELAJAR DARI FILM “YES MAN”
Pernah nonton film yang dibintangi oleh Jim Carrey ini nggak? Dari film ini kita bisa belajar tentang kapan kita harus berkata “YA” atau “TIDAK”. Emang nggak gampang sih, memutuskan berkata “YES” untuk meraih kesempatan sekaligus berkata “NO” untuk hal-hal yang memang tidak semestinya dilakukan. Ternyata banyak teman-teman kita yang lebih gampang berkata “YA” meskipun dalam situasi yang sebenarnya nggak ngenakin. Ada juga yang stay with “NO” bahkan ketika ada kesempatan besar yang menghampiri. Kenapa bisa begitu ya?

WHY EASY TO SAY YES?
  1. Ikut-ikutan teman
Karena nggak yakin dengan pilihan sendiri, akhirnya kita memilih ikut bergabung dengan suara mayoritas. Walaupun sebenarnya kita nggak sreg dengan pilihan itu.

  1. Takut dicap nggak setia kawan
Udah janji sama mama, pulang sekolah nggak mampir kemana-mana alias langsung pulang ke rumah. Tapi atas dasar pertemanan, kIta akhirnya memilih ikut jeje ke mall bareng teman-teman segeng

  1.  Nggak PeDe
Virus yang satu ini bisa terus-terusan bikin kita berada dibawah tekanan dan nggak bisa memutuskan segala sesuatu sendirian. Guys, now boost your confidence!

APA YANG SALAH DENGAN “YES”?
Dengan berkata “YA” berarti kita telah membuka diri untuk kesempatan baru. Yak, Beemagz setuju banget dengan quote ini. Tapi penerapannya harus disesuaikan dengan sikon dong! Bagaimana misalnya kalau dengan berkata “YA” justru membawa kita ke hal-hal yang nggak baik? Kebanyakan menyanggupi sesuatu juga ada efeknya lho!

  1. Nggak tenang
Kata hati bilang nggak tapi kita terus-terusan menyanggupi. Ribet sendiri deh akhirnya!

  1. Nggak punya pendirian
Karena keseringan mengiakan, kita jadi ragu sama diri sendiri, bahkan lebih percaya dengan apa yang dikatakan orang lain.

  1. Gampang dikibulin
Saking nurutnya, kita bakal gampang dijahilin karena dianggap nggak tegas.

WHY SAY NO?
Kebalikan dari “YES MAN” adalah orang-orang yang lebih banyak bilang nggak daripada “YA”. Boleh-boleh aja sih menolak tawaran, tapi kalau keseringan nolak, bisa berabe juga tuh!

  1. Terlalu menutup diri
Akibat malas bergaul, kita jadi merasa nyaman dengan dunia sendiri dan sulit menerima hal-hal baru.

  1. Nggak berani mengambil resiko/takut gagal
Nggak jadi ikut lomba pidato karena takut kalah? Hikz, selama kita berpikiran gagal,kita nggak bakal pernah bisa maju. See? At least, kita sudah mencoba dan mendapatkan pengalaman.

APA YANG SALAH DENGAN “NO”?
Dengan nggak gampang berkata ya, berarti kita telah selektif dalam memilih sesuatu. Tapi bagaimana kalau saking selektifnya, kita jadi menolak hal-hal yang membawa kemajuan bagi kita? Yang rugi malah kita sendiri.

  1. Nggak kenal kemampuan sendiri
Banyak dari kita yang sebenarnya berbakat dalam bidang tertentu, tapi karena rasa ragu lebih sering muncul, kita jadi tidak mengenali bakat yang kita miliki.

  1. Jarang mendapat kesempatan
Karena terlalu sering menolak, orang lain jadi malas menawarkan sesuatu pada kita. Alhasil kita jadi nggak berkembang.

  1. Negatif thinking
Terlalu banyak pertimbangan bikin kita jadi kebanyakan melihat sisi negatif dari sesuatu, padahal belum tentu yang kita pikirkan benar-benar terjadi.

HOW TO HANDLE?
Memilih antara ya dan tidak adalah hal yang gampang-gampang susah. Salah sedikit bisa merugikan kamu, tapi kalau pilihan kita benar, itu bisa jadi keuntungan yang besar lho. Nah, kalau selama ini kita masih plin-plan, yuuk lihat tips di bawah ini!

  1. Banyak bergaul
Jangan batasi pergaulan hanya dengan teman sekompleks, sekelas atau satu sekolah saja. Bergaul boleh dengan siapa saja, asal pakai rambu-rambu. Semakin banyak orang yang kita kenal, semakin pandai kita menganalisa suatu masalah.

  1. Biasakan berfikir kritis
Jangan memandang masalah dari satu sisi aja. Ada banyak sisi lain yang bisa diexplore

  1. Share your opinion
Nah, ini dia! Kita nggak sendirian kan? Masih ada papa-mama, kakak, tante atau sahabat yang bisa diajak diskusi. Banyak hal yang kadang nggak terpikir muncul setelah berdiskusi dengan yang lain.

  1. Listen to your heart
Hati nggak pernah berbohong. Dengan melupakan kata hati, kadang kita malah jadi nggak tenang. Makanya, mulai sekarang, belajar jujur sama diri sendiri yuuk!

The choice is in your hand, right?(foto:eksklusif)

About ""

Beemagz adalah majalah lokal muda Lombok. Kreatif, edukatif, entertaining, local taste, dan pastinya youngster bangett!! Enjoy our online version!

Post a Comment

 
Copyright © 2013 Beemagz Youngster Magazine | Majalah Remaja
Design by FBTemplates | BTT