BREAKING

Intan Putriani : Dari Dompu ke New York


Who is the girl on the page? Awalnya Beemagz nggak sengaja nemu potongan artikel tentang cewek ini. Setelah tanya sana-sini, search user di facebook, yes, Beemagz akhirnya dapat kesempatan buat ngobrol panjang by phone dengan gadis 16 tahun yang nggak disangka punya segudang pengalaman di usianya yang masih terbilang muda. Kenalan yuuk bareng Intan Putriani! Remaja kelas XI dari desa kecil di Ranggo Dampu yang berhasil menginspirasi banyak orang. Get inspired!!

My life is amazing, no matter what!
Tinggal di Ringgo, desa kecil di kabupaten Dompu dengan fasilitas seadanya nggak mengurangi semangat Intan Putriani untuk berkarya.  Cewek yang akrab dipanggil Intan ini sudah terbiasa hidup sederhana. Terlahir sebagai anak pertama dari empat bersaudara, Intan pun harus banyak turun tangan membantu kedua orangtuanya yang berprofesi sebagai petani. Untuk akses pendidikan yang lebih baik, Intan memilih untuk bersekolah di SMAN 1 Dompu, meski jaraknya 15 km dari sekolah dan harus ditempuh dengan angkutan umum. Nggak hanya disibukkan dengan urusan sekolah dan membantu orang tua, Intan juga aktif dalam berbagai kegiatan sekolah seperti pramuka dan OSIS. Intan yang punya hobi melukis juga meluangkan bakatnya di sebuah sanggar seni dan menjadi penyiar radio komunitas lokal, SATIFA FM (Suara Kreatif Anak) di Dompu.

Intan juga bergabung sebagai aktivis Dewan Anak Dompu (DAD) sejak tahun 2005. Ia dan teman-temannya di DAD mengumpulkan berbagai issue anak di daerahnya untuk kemudian di advokasi ke pemerintah. “Anak itu aset masa depan, semua punya hak yang sama untuk maju,” ungkap Intan tentang awal kiprahnya di organisasi ini. Meski nggak gampang, Intan harus pintar-pintar bagi waktu, urusan rumah, sekolah, organisasi dan waktu main dengan teman-teman. Apalagi sebagai anak paling besar, Intan harus jadi contoh bagi adik-adiknya. Well, seperti kata Intan, apapun keadaanya, “still, my life is amazing!

Dewan Anak Dompu
Organisasi yang ada sejak tahun 2002 ini awalnya bernama Dewan Anak Perintis. Mean tasks yang dijalankan organisasi ini adalah mengadvokasi issu anak di daerah ke pemerintah. Issue-issue yang diangkat menyangkut hak hidup, hak untuk anak berkebutuhan khusus, anak jalanan, buruh anak, termasuk issue keamanan dan partisipasi anak. Setiap tahunnya organisasi ini menggelar kongres anak. Kongres ini mengundang pejabat pemerintah dari berbagai dinas terkait (seperti Dikes, Dikpora) dan anggota DPRD. Berbagai permasalahan dan issue anak dikumpulkan menjadi satu rekomendasi besar untuk dicari solusinya.

Intan : Dari Dompu ke New York
Kesibukan Intan memperjuangkan issue anak di daerahnya berbuah manis ketika ia mendapat kesempatan ke New York, Amerika Serikat. Intan bersama seorang rekannya (Ika Tristi Susanti) asal Surabaya mewakili anak-anak perempuan di Asia, berangkat ke markas PBB di New York untuk mengikuti sidang ke-55 CSW (Comission on Status of Women). Event ini mengambil tema “Akses dan Partisipasi Anak Perempuan terhadap Pendidikan, Pelatihan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, termasuk Mempromosikan kesetaraan Akses bagi Perempuan terhadap Pekerjaan Penuh dan Layak.” Keberangkatan Intan ke New York didanai oleh PLAN Indonesia, organisasi internasional yang bergerak dalam bidang perlindungan anak. Intan harus melewati serangkaian tes, mulai dari seleksi di tingkat daerah sampai nasional. Ternyata issue anak yang diperjuangkan Intan selama bergabung di DAD dinilai layak dibawa ke forum nasional. “Rasanya senang banget, benar-benar nggak nyangka, saya yang dari desa kecil di Dompu, berkesempatan ke luar negeri, semua kaya mimpi,” cerita Intan. Di forum ini Intan juga mendapat teman-teman dari berbagai negara, “they all are inspiring and friendly, saya bersyukur banget dapat kesempatan ini.” 

Berbagi Pengalaman di Forum Internasional
Event CSW PBB yang digelar pada 20-25 Februari 2011 lalu menjadi kesempatan besar bagi Intan untuk bertukar pengalaman dengan sesama peserta maupun penyelenggara. Setiap peserta  berkesempatan menjadi pembicara dalam  forum tertentu di event tersebut. Intan yang kebagian jadi speaker di forum STEM (Science, Technology, Engineriing and Mathematic), berbagi pengalaman tentang akses dan kemampuan anak perempuan dalam bidang science-tech. Intan mengaitkan berbagai kesibukan yang dijalaninya. Tidak hanya sebagai aktivis Dewan Anak Dompu atau kegiatan di sanggar seni, tapi juga kesibukannya di ruang siaran dengan operating system yang harus dikuasainya. Menurut Intan, masyarakat masih mendiskriminasi perempuan, laki-laki lebih banyak diberikan kesempatan. Ini sangat dirasakan Intan di lingkungan tempat tinggalnya. “Saya bertekad untuk membuktikan bahwa anak perempuan juga bisa dan berhak mendapatkan kesempatan yang sama,” jelas Intan. Ditanya seputar unforgetable moment, bagi Intan semuanya berkesan, tapi yang bikin terharu waktu ia menjadi pembicara dengan ratusan orang pendengar. “Semuanya mendengarkan dengan tenang dan seksama, nggak ada forum dalam forum, ditambah lagi mereka memberikan applaus dengan tepuk tangan yang meriah,” kenang Intan. Selain itu Intan juga merasakan langsung semangat dan kedisiplinan warga asing yang ditemuinya disana. “Semuanya fokus, nggak ada waktu yang terbuang sia-sia. Mereka benar-benar well organized,” terangnya.

Mimpi, Harapan dan Cita-Cita
Dari apa yang dialaminya, Intan merasa masih banyak praktik diskriminasi pendidikan yang terjadi di daerah. “Mestinya nggak ada pembedaan antara siswa kaya-miskin atau siswa dengan ortu pejabat-non pejabat, prestasi harus dinilai secara objektif,” papar Intan. Harapan Intan nggak muluk-muluk, ia ingin melanjutkan kuliah dan terus mengembangkan kreatifitas yang dimilikinya, meski ia sendiri belum yakin dengan kelanjutan pendidikannya. Intan tetap ingin berbagi sesuatu dengan caranya sendiri. Perhatian dan kepedulian terhadap anak juga harus ditingkatkan, “kalau bukan kita, siapa lagi yang mau mulai peduli?,” tambahnya. Kita yang muda harus mempersiapkan diri untuk masa depan, “jadi jangan ragu untuk berbagi sebisa kita!” 

 Dare enough to inspire others? Let’s start now!!

About ""

Beemagz adalah majalah lokal muda Lombok. Kreatif, edukatif, entertaining, local taste, dan pastinya youngster bangett!! Enjoy our online version!

Post a Comment

 
Copyright © 2013 Beemagz Youngster Magazine | Majalah Remaja
Design by FBTemplates | BTT