BREAKING

Gerabah Banyumulek Lombok : Produk Kerajinan Budaya Lokal yang Membanggakan


Pengin tau informasi lebih banyak soal gerabah Banyumulek? Simak yuk hasil jalan-jalan beemagz ke sentra industri gerabah NTB ini!

Sejarah
Mungkin masih sedikit di antara beebers yang pernah mendengar sejarah pembuatan gerabah di Lombok. Nah, dari informasi yang beemagz dapat, pembuatannya bermula dari cerita rakyat (legenda) tentang kisah Dewi Anjani. Dahulu, penguasa Gunung Rinjani ini mengutus seekor burung pembawa pesan (Manuk Bere), untuk menolong dan mengajarkan cara sepasang suami istri yang kebingungan memasak beras hasil panen pertama mereka. Melalui Manuk Bere itu juga mereka diajarkan bagaimana cara membuat periuk dari tanah gunung/tanah liat. Karena itulah, masyarakat Sasak percaya bahwa sejak saat itu keterampilan membuat gerabah berkembang dan diwarisi sampai sekarang.

Perkembangan Gerabah Banyumulek
Awalnya, pengrajin membuat gerabah cuma untuk keperluan rumah tangga atau perabot dapur sesuai asal muasalnya dalam legenda Dewi Anjani tadi. Tapi seiring dengan perkembangan dan pergeseran zaman, desain, fungsi dan nilai komersil gerabah pun turut bergeser. Nah beebers, dewasa ini hampir 80% sampai 90% hasil kerajinan gerabah berfungsi sebagai dekorasi atau barang seni ketimbang barang fungsional.
Kawasan Banyumulek_dalam bahasa sasak berarti jernih, memang dikenal sebagai wilayah dengan kwalitas tanah lempung nomor satu di Pulau Lombok. Jadi nggak aneh jika pengrajin gerabah banyak muncul di desa ini dan akhirnya ditetapkan oleh pemerintah daerah sebagai sentra industri gerabah unggulan NTB.

Ragam Produk Gerabah Banyumulek
Terdapat beraneka ragam produk kerajinan gerabah Banyumulek, antara lain; Selao (gentong), Dumang (anglo), Kekete atau Sigon (wajan), Kemek (periuk), ceret, tong sampah, guci, asbak rokok dan masih banyak lagi. Ada juga gerabah yang terbuat dari kulit telur, pasir putih dan kulit kayu.

Keunikan dan Keunggulan Gerabah Banyumulek
• Yang menarik dari gerabah Banyumulek itu cara pembuatannya yang masih tetap mempertahankan teknik pembakaran tradisional, yaitu dengan menggunakan jerami dan kayu bakar.
• Gerabah Banyumulek biasanya dihiasi anyaman yang terbuat dari kayu sejenis rotan (ketak), ada juga yang dihiasi dengan pasir putih yang ditempel berbentuk motif tertentu. Hiasannya juga cenderung bermotif tanaman.
• Ada model gerabah Banyumulek yang punya keunikan tersendiri dan nggak ada di sentra industri kerajinan gerabah lain, namanya Kendi Maling. Sekilas bentuknya mirip kendi pada umunya, tapi kalau diamati lebih jeli, kendi maling ini punya lubang tempat mengisi air di bagian bawahnya. Singkatnya kalu kendi ini dibalik dalam posisi berdiri, air yang ada didalamnya nggak bakalan tumpah lho. Unik kan?!
• Gerabah Banyumulek Lombok juga sudah dilengkapi dengan sertifikat non toxic. Jadi, kalau beebers memakai gerabah Banyumulek sebagai tempat menyajikan makanan, dijamin aman deh.
• Di dalam negeri, gerabah Banyumulek Lombok bersaing dengan gerabah Pleret (Purwakarta/Jawa Barat) dan gerabah Kasongan (Yogyakarta). Di luar negeri, saingan gerabah Banyumulek adalah gerabah Thailand. Tapi nggak masalah kok, soalnya gerabah Banyumulek Lombok punya daya saing yang baik karena bahan bakunya memiliki kandungan pasir kuarsa yang cukup tinggi dan kaolin yang bagus.

Pasar Gerabah Banyumulek
Kalau di dalam negeri, hasil kerajinan gerabah Banyumulek sebagian besar dipasarkan ke bali. Sedangkan di luar negeri, saat ini gerabah Banyumulek dan Lombok secara umum telah menembus pasar dunia dengan 28 negara tujuan ekspor. Beberapa di antaranya adalah Amerika, Belanda, Italia, New Zealand, Spanyol, Norway, Denmark, Malaysia dll. Bahkan pada tahun 2002 lalu, nilai ekspor gerabah Banyumulek Lombok sempat tercatat sampai sekitar 1,116 juta dollar Amerika lho. Wow, hebat ya?!!

Lokasi
Untuk yang tertarik untuk membeli atau sekedar melihat-lihat produk dan proses pembuatannya, beebers bisa datang langsung ke Desa Banyumulek yang berada di Kacamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. Yaaa sekitar 14 km lah dari Kota Mataram. Dan nggak perlu biaya karena nggak ada tiket untuk masuk ke sana.

Selain Banyumulek
Nggak cuma di Banyumulek, di Lombok, beberapa desa lain yang juga menghasilkan gerabah dengan kualitas ekspor ada di Desa Penujak Lombok Tengah dan Desa Masbagik Lombok Timur. Nyangka nggak kalau dewasa ini, kerajinan gerabah udah jadi harapan hidup lebih dari 10.000 pengerajin yang berasal dari ketiga desa tersebut.

Hemm, moga kerajinan gerbah ini terus berkembang ya!

About ""

Beemagz adalah majalah lokal muda Lombok. Kreatif, edukatif, entertaining, local taste, dan pastinya youngster bangett!! Enjoy our online version!

Post a Comment

 
Copyright © 2013 Beemagz Youngster Magazine | Majalah Remaja
Design by FBTemplates | BTT