BREAKING

FORGIVE AND FORGET


Minta maaf dan memaafkan itu susah-susah gampang. Susah, karena nggak semua orang bisa benar-benar tulus melakukannya. Jadi ringan ketika kita menekan tombol maaf dan blasss..semua perasaan nggak enak menguap begitu aja. Tinggal dipilih, mau hidup dengan perasaan nyesek setiap hari atau lepas dari beban yang bikin nggak nyaman ngapa-ngapain. You choose!!

LET IT GO!!
Are u kinda ‘let go’ person? ‘Melepaskan’ adalah central point untuk mulai meminta maaf atau memaafkan. Ketika kita membawa masalah atau dendam sampai ke hati, secara nggak sengaja kita telah mengikat diri kita dengan hal tersebut. Masalah itu kita bawa makan, tidur, belajar, ikut ‘kemana-mana’. Minta maaf dan memaafkan memang nggak bisa dipaksakan. Ada banyak timbang rasa yang membuat kita kadang lebih memilih ‘bertahan’ ketimbang melepaskan.

a.       Gengsi
Rasa gengsi bisa muncul karena faktor umur, pengalaman, atau perasaan nggak mau dianggap kalah. Gengsi punya hubungan erat dengan harga diri. Dengan minta maaf duluan, seolah-olah memberikan ruang bagi orang lain untuk menganggap kita memang salah dan pantas minta maaf.
b.      Nggak mau ‘gampangan’
Setelah dimintai maaf pun, masih ada yang ogah buat cepat-cepat memaafkan. Alasannya karena nggak mau dicap ‘gampangan’ ngasi maaf. Apalagi kalau masalahnya cenderung berat.
c.       Berat di Hati
Selain dua alasan di atas, ada juga tipikal orang yang memang susah melupakan sesuatu. Alih-alih berdamai, mereka lebih memilih diam sampai hatinya benar-benar menerima. Bisa jadi mereka berpikir, daripada setengah-setengah dan nggak tulus, lebih baik nggak sama sekali.

Coba Yang Ini!
Nggak semua orang bisa ngomong blak-blakan saat dihadapkan berdua. Kalau kamu belum punya keberanian untuk ketemuan atau ngomong langsung, come on guys, ada banyak cara sederhana untuk minta maaf tanpa harus bikin kamu mati gaya.


a.      Ring the Phone
Meski masih berkomunikasi dua arah, minta maaf dengan cara menelpon menyelamatkan kamu dari pertemuan face to face, yang artinya kamu lebih gampang buat ngomong.
b.      SMS/BBM
Selain murah, minta maaf lewat tulisan membuat kamu mempunyai kesempatan yang lebih banyak untuk merangkai kata yang pantas.
c.       Jejaring Sosial
Kita akan sangat terbantu lewat adanya jejaring sosial. At least, ketika sms kamu nggak dibalas, kamu masih bisa ngewall di facebook atau sekedar mention di twitter. Ucapan maaf kamu bisa disertakan dengan foto-foto yang menarik. Untuk yang lebih private, kamu bisa coba lewat inbox atau Direct Message (DM)
Lakukan dan Lupakan
Setelah minta maaf, kamu hanya harus melupakannya. Kalaupun masih belum dapat kata maaf, yang penting kamu sudah punya niat baik. Begitu juga halnya kalau kamu sudah memaafkan. Meski nggak mungkin benar-benar dilupakan, anggap saja masalah yang pernah terjadi sebagai cerita pahit-manis yang nggak perlu diungkit-ungkit lagi. Upss, moment lebaran bisa jadi kesempatan yang pas buat minta maaf! Yaa, forgive and just forget! (foto:eksklusif)

Forgive your enemies, but never forget their names (John F. Kennedy)

About ""

Beemagz adalah majalah lokal muda Lombok. Kreatif, edukatif, entertaining, local taste, dan pastinya youngster bangett!! Enjoy our online version!

Post a Comment

 
Copyright © 2013 Beemagz Youngster Magazine | Majalah Remaja
Design by FBTemplates | BTT